CERPEN “ISTANA TEMBOK BOLONG” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: TINJAUAN POSMODERNISME

Riqko Nur Ardi Windayanto

Abstract


This study aims to reveal historical facts, irony, and parody, the opposition between the center and the periphery, and contextualization of the short story "Istana Tembok Bolong" by Seno Gumira Ajidarma with the postmodernism theory of Linda Hutcheon. Methodologically, this research consists of data collection and data analysis. Data are collected by listening and noting the lingual units of short stories and literature studies. Data are analyzed by linking textual and contextual coherently. The results show that this short story uses two social historical facts about prostitution in Yogyakarta in 1970, namely ciblek, which is combined with Bong Suwung's prostitution. This amalgamation makes historical facts ironic and parody, not nostalgic. This is done to show the opposition between Mbak Tum (PSK) as the periphery and the community as the center. Mbak Tum is voiced, while society is deconstructed. Contextually, it is related to space hierarchy, resistance to street sex workers, and criticism of the state. For future researchers, it is recommended to explore the role and implications of social historical facts in this short story, considering that Seno often uses historical facts in his other short stories.

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fakta sejarah, ironi, dan parodi, oposisi antara pusat dan pinggiran, serta kontekstualisasi cerpen “Istana Tembok Bolong” karya Seno Gumira Ajidarma dengan teori posmodernisme Linda Hutcheon. Secara metodologis, penelitian ini terdiri atas pengumpulan data dan analisis data. Data dikumpulkan dengan menyimak-mencatat satuan-satuan lingual dari cerpen dan studi pustaka. Data dianalisis dengan mengaitkan antara yang tekstual dan yang kontekstual secara koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menggunakan dua fakta sejarah sosial mengenai prostitusi di Yogyakarta pada 1970, yaitu Ciblek, yang digabungkan dengan prostitusi Bong Suwung. Penggabungan itu menjadikan fakta sejarah bersifat ironis dan parodis, bukan nostalgis. Hal itu di-lakukan untuk menunjukkan oposisi antara Mbak Tum (PSK) sebagai pinggiran dan masyarakat sebagai pusat. Mbak Tum disuarakan, sedangkan masyarakat didekonstruksi. Secara kontekstual, hal itu berkaitan dengan hierarki ruang, resistansi PSK jalanan, dan kritik terhadap negara. Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk mengeksplorasi peran dan implikasi fakta sejarah sosial dalam cerpen ini mengingat Seno kerap menggunakan fakta-fakta sejarah dalam cerpen-cerpennya yang lain.


Keywords


“Istana Tembok Bolong”; postmodernism; Hutcheon; opposition; contextualization; posmodernisme; oposisi; kontekstualisasi

Full Text:

PDF

References


Ajidarma, Seno Gumira. 2016. “Istana Tem-bok Bolong -Bong Suwung, Yogyakar-ta, 1970.” Kliping Sastra Indonesia. Di-ambil 9 November 2021 (https://id.klipingsastra.com/2016/11/istana-tembok-bolong-bong-suwung.html).

Anwar, Saeful. 2021. “Penempatan Sejarah dalam Karya Sastra: Nostalgis vs Kritis.” Salindia Perkuliahan Sastra Se-jarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Fajar, Dwi Asrul. 2016. “Prenjak: Kicauan Yang Saru dan Yang Haru.” KBR. Di-ambil 13 Januari 2022 (https://kbr.id/intermezzo/05-2016/prenjak__kicauan_yang_saru_dan_yang_haru/81966.html).

Hasanah, Siti dan Irpa Anggriani Wiharja. 2018. “Kritik Sosial Dalam Kumpulan Cerpen Kompas Edisi September-November 2016.” Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia 7(1):53–68. https://doi.org/10.31000/lgrm.v7i1.1619

Hersumpana. 2014. “Sejarah Sosial Bong Suwung, Yogyakarta, 1970-an--Awal Abad ke-21.” Tesis, Universitas Gadjah Mada.

Hutcheon, Linda. 1988. A Poetics of Postmod-ernism: History, Theory, and Fiction. Lon-don: Routledge.

Janti, Nur. 2018. “Pekerja Seks dalam Pusa-ran Revolusi Indonesia.” Historia. Di-ambil (https://historia.id/politik/articles/pekerja-seks-dalam-pusaran-revolusi-indonesia-P94RZ).

Larashati, Dinda. 2019. “Prenjak: Uang dan Alat Kelamin.” Buruan.Co. Diambil 13 Januari 2022 (https://www.buruan.co/prenjak-uang-dan-alat-kelamin/).

Low, Setha. 2017. Spatializing Culture: The Ethnography of Space and Place. Oxon dan New York: Routledge: Taylor & Francis Group.

Madasari, Okky. 2021. “Shall We Dance? Defining Sexuality and Controlling the Body in Contemporary Indonesia.” Re-ligions 12(264):1–15. doi: 10.3390/rel12040264.

Maharddhika. 2016. “Prenjak, Ciblek, dan Burung Lainnya.” Youth Proactive. Di-ambil 13 Januari 2022 (https://youthproactive.com/201606/perspektif/prenjak-ciblek-dan-burung-lainnya/).

Maniawasi, Ferdinand. 2018. “Kebijakan Dinas Sosial dalam Penanganan Ge-landangan dan Pengemis Di Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogya-karta.” Tesis, Sekolah Tinggi Pem-bangunan Masyarakat Desa “APMD.”

Manullang, Sardjana Orba. 2020. “The Declaration Content in Law of Electronic Transaction In-formation on Online Prostitution : In the Re-view of the Legal Sociology View.”International Journal of Social Sci-ences 3(1):62–70.

Ningtyas, Sulistya. 2021. “Power Relations on the Female Body in Seno Gumira Ajidarma’s Short Story ‘Istana Tembok Bolong.’” Poetika: Jurnal Ilmu Sastra 9(1):52–61. https://doi.org/10.22146/poetika.v9i1.56477

Pujhana, I Kadek Wahyu dan Made Diah Lestari. 2021. “The Dynamic of Intima-cy in Prostitution.” Buletin Psikologi 29(1):116–29. doi: 10.22146/buletinpsikologi.56729.

Rahayu, Puji. 2020. “Romantisme Kereta Angin ( Sepeda Onthel ) di Yogyakarta Tahun 1970-an.” Lembaran Sejarah 16(1):25–36. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.59910

Rismawati, Iin, Sutejo, dan Edy Suprayitno. 2021. “Paradoks Dan Ironi dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 Tanah Air (Kajian New Criti-cism).” Jurnal LEKSIS 1(1):17–26.

Supriyadi. 2016. “Posmodernisme Linda Hutcheon: Poetics of Postmodernism (1989) dan Politics of Postmodernism (2002).” Poetika: Jurnal Ilmu Sastra IV(2):129—133. https://doi.org/10.22146/poetika.17532

van Meir, Jessica. 2017. “Sex Work and the Politics of Space: Case Studies of Sex Workers in Argentina and Ecuador.” Social Sciences 6(2):1–40. doi: 10.3390/socsci6020042.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v50i2.975

Article Metrics

Abstract view : 63 times
PDF - 32 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by