PEMBERIAN ADOK MASYARAKAT KOMERING DI OKU TIMUR (KAJIAN TRADISI LISAN)

Ratu Wardarita, Achmad Wahidy, Yessi Fitriani

Abstract


This study describes meaning, function, cultural, religious and social values in the giving of adok in Komering community in East Ogan Komering Ulu (OKU) Regency, South Sumatra which is considered as a real manifestation of local wisdom. This study uses a qualitative descriptive method in which data collection techniques of observation, interviews, recording, note taking, and translation are integrated. The results of the study describe that giving adok contains elements of pisaan, adok, and warahan which has the meaning of prayer, hopes and ideals of greatness and glory must be carried out by the Adok holder. In addition, the elements of Pisaan, Adok and Warahan in giving Adok can also be utilized as controls in behaving in social status, and also as moral value and transmitter from the ancestors to their generators in order to be maintained and preserved. Cultural values in the adok tradition include cultural values in human relations with God in the form of faith and obedience to the Creator; cultural values in human relations with other humans such as: kind, not forgetting parents; cultural values in human relations with oneself, such as: be patient and always grateful, and not sitting idle; Cultural values in human relations with nature are like betel leaf and thick leaves for medicine. Religious and social values in the adok process describe the behavior of human life which must reflect deep holistic and aesthetics and be implemented in every aspect of life of the Adok holder.

Penelitian ini mendeskripsikan makna, fungsi, nilai budaya, nilai agama dan nilai sosial adok pada masyarakat Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan sebagai wujud nyata kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan penerjemahan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa pemberian adok mengandung unsur pisaan, adok, dan warahan yang memiliki makna doa, harapan, cita-cita, kebesaran, dan kemuliaan yang harus dilaksanakan oleh pemegang adok (gelar). Selain itu, unsur pisaan, adok dan warahan dalam pemberian adok berfungsi juga sebagai kontrol dalam bertindak dan penanda kedudukan sosial dalam masyarakat serta penyampai pesan moral para leluhur kepada penerusnya agar dapat terus dijaga dan dilestarikan. Nilai budaya pada tradisi adok meliputi nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan berupa keimanan dan ketaatan kepada sang Pencipta; nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain, misalnya baik hati, tidak melupakan orang tua; nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, misalnya sabar, selalu syukur, serta tidak berpangku tangan; nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, misalnya daun sirih dan daun lebat untuk obat. Nilai agama dan nilai sosial dalam proses adok mendeksripsikan perilaku kehidupan manusia yang harus mencerminkan etika dan estika secara mendalam dan dapat diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan pemegang adok.


Keywords


adok; meaning; function; cultural value; religious value; social value; makna; fungsi; nilai budaya; nilai agama; nilai so

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, Arif. 2016. “Pemanfaatan Tradisi Lisan Senjang Musi Banyuasin Sumatera Selatan Sebagai Identitas Kultural.” Jurnal Pembahsi: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 1:79–94. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v0i0.1047

Astari, Rika, Syamsul Hadi, Soepomo Poedjosoedarmo, and Suhandano Suhandano. 2014. “Pengaruh Budaya Terhadap Istilah Sains dan Teknologi dalam Bahasa Arab*.” Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra 13(2):253. https://doi.org/10.14421/ajbs.2014.13205

Azmiyati, Dian, Mulyanto Widodo, and Iqbal Hilal. 2018. “Pisaan pada Masyarakat Sungkai Bunga Mayang dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Pertama.” Jurnal Tiyuh Lampung (Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah) (4):1–13.

Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: IKAPI.

Emi. 2017. “Nilai Moral dan Nilai Budaya dalam Novel Kelopak Cinta Kelabu Karya Suhairi Rachmad dan Implikasinya dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP.” PEMBAHSI Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 7(1):69–84. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v7i2.1358

Fuad, Muhammad, Ali Mustofa, Kahfie Nazaruddin, and Iqbal Hilal. 2000. Nilai Didaktis dalam Pisaan Lampung Pubian.

Ibnu Haikal, Farida Ariyani, Cucu Sutarsyah. 2019. “Peningkatan Kemampuan untuk Memahami Warahan (Intar Padang) Melalui Metode Pembelajaran Story Telling.” Jurnal Tiyuh Lampung (Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah) (4):1–13.

Jafar Fakhrurozi, and Shely Nasya Putri. 2019. “Fungsi Wawancan dalam Upacara Adat Pengantin Lampung Saibatin.” Salaka 1:17–26. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v1i2.1281

Kartini, Neti, and Suryani. 2019. “Analisis Struktural Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat Komering di Desa Kurungan Nyawa.” Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 1(1):37–44. https://doi.org/10.30599/spbs.v1i1.557

Mahmud, Kusman K. 2013. Sastra Indonesia dan Daerah (Sejumlah Masalah). Bandung: Angkasa.

Maulidiah, Nurfitriana, and Kundharu Saddhono. 2019. “Wujud Budaya dan Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Putri Jelumpang: Sebuah Kajian Antropologi Sastra.” Widyaparwa 47(2):185–92. https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i2.356

Merdiyatna, Yang Yang. 2019. “Nilai-Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Panjalu.” 4(1):143–48.

Misyuraidah, Misyuraidah. 2017. “Gelar Adat dalam Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Komering di Sukarami Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.” Intizar 23(2):241–60. https://doi.org/10.19109/intizar.v23i2.2239

Muntazir. 2016. “Pesan-Pesan Moral dalam Pisaan dan Wayak.” 2(1):31–42. https://doi.org/10.32494/ja.v1i1.26

Ransa, Yulianus Sampe. 2016. “Nilai Budaya dalam Ule’ule’an Sastra Lisan Dayak Taman Kabupaten Kapuas Hulu.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 5(2):1–18.

Sibarani, Robert. 2014. Kearifan Lokal Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta Selatan: Asosiasi Tradisi Lisan.

Subari, Albar Sentosa. 2020. Bunga Rampai Karangan Terbesar di Media Cetak dan Online. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Tawaulu, Abdul Karim. 2017. “Analisis Nilai Budaya Nyanyian.” Jurnal Penelitian Pendidikan 17(3):205–12. https://doi.org/10.17509/jpp.v17i3.9614

Utomo, Cahyo Budi, and Ganda Febri Kurniawan. 2017. “Bilamana Tradisi Lisan Menjadi Media Pendidikan Ilmu Sosial di Masyarakat Gunungpati.” Harmony 2(2):168–84.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v50i1.921

Article Metrics

Abstract view : 210 times
PDF - 51 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by