TRANSMISI TEKS JAWA DALAM NASKAH BABAD AWAK SALIRA

Isep Bayu Arisandi, Titin Nurhayati Ma'mun, Undang Ahmad Darsa

Abstract


This paper aims to reveal the transmission of the text structure and the form of translation in the text of Babad Awak Salira (later referred to as AS). The issue that will be examined in this paper is the transmission of structures and forms of translation that exist in AS manuscript texts. Old poetry is bound by a system of conventions in building structure. The tembang macapat convention system is found in the form of wawacan texts that developed in Sunda. These findings were analyzed by structural theory of the ancient poetry and translation. The application of this theory can be reveal the transmission of structure in the text. The method of research is the philological method and the translation method. Each data in this study was collected using a literature study for analysis. The results of this study include; (1) transmission of structure from macapat tembang to wawacan form in AS script texts; and (2) the form of translation in the use of diction used in the AS manuscript text. The use of the tembang macapat convention in the AS text is balanced with the practice of "translation" and adaptation of several terms as an effort to adjust and understand from Javanese (source) to Sundanese (target).

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap transmisi struktur teks dan bentuk penerjemahan dalam teks naskah Babad Awak Salira (selanjutnya disebut AS). Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah transmisi struktur dan bentuk terjemahan yang ada dalam teks naskah AS. Puisi lama terikat dengan sistem konvensi dalam membangun struktur. Sistem konvensi tembang macapat ditemukan dalam bentuk teks wawacan yang berkembang di Sunda. Temuan ini, dianalisis dengan menggunakan teori struktur puisi lama dan terjemahan. Penggunaan teori tersebut dapat mengungkap transmisi struktur dalam teks. Metode yang digunakan adalah metode filologi dan metode terjemahan. Setiap data dalam tulisan ini dikumpulkan dengan menggunakan studi pustaka untuk dianalisis. Hasil tulisan ini meliputi; (1) transmisi struktur dari tembang macapat menuju bentuk wawacan dalam teks naskah AS; dan (2) bentuk terjemahan dalam penggunaan diksi yang digunakan dalam teks naskah AS. Penggunaan konvensi tembang macapat dalam teks AS diimbangi dengan praktik “terjemahan” dan adaptasi beberapa istilah sebagai upaya penyesuaian dan pemahaman dari bahasa Jawa (sumber) menuju bahasa Sunda (sasaran).


Keywords


: old poetry; structure; translation; philology; puisi lama; struktur teks; konsep terjemahan; filologi

Full Text:

PDF

References


Arifin, Syamsul; Triyono, Adi; Wedhawati; Widati, Sri; Indriani, R. (2015). Peribahasa dalam Bahasa Jawa.

Brata, R. S. (1952). Rusiah Tembang Sunda. Balai Pustaka.

Dalminto, D. (2014). Strategi Sultan Agung dalam Ekspansi Serta Islamisasi pada Kerajaan Mataram Islam. UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

Darsa, U. A. (2016). Kodikologi. Sumedang: FIB Unpad.

Dewi, T. U. (2019). Naskah Mushaf Al-Qur′ An Surat Ali ‘Imran Berbahan Lontar Kajian Nilai dan Unsur Estetika. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 8(2), 163–181.

Hakim, T. (2020). Tafsir Jawa Qashidah Burdah Al-Bushiri: Ajaran Kiai Sholeh Darat Tentang Nilai dan Kesadaran Etis-Eskatologis. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 11(1), 61–78.

Hendrayana, D., Dienaputra, R., Muhtadin, T., & Nugrahanto, W. (2020). Pelurusan Istilah Kawih, Tembang, dan Cianjuran. Panggung, 30(3), 411–424.

Hidayatullah, M. S. (2011). Bustān al-Kātibīn: Pengaruh Tata Bahasa Arab dalam Tata Bahasa Melayu. Manuskripta, 2(1), 53–77.

Hoed, B. H. (2017). Penerjemah, Penerjemahan, Terjemahan, dan Dinamika Budaya: Menatap Peran Penerjemahan Pada Masa Lalu di Nusantara. Masyarakat Indonesia, 37(1), 57–80.

Kalsum, K. (2012). Simbol-simbol Ungkapan Pemikiran Dalam Naskah Tasawuf Awal Islamisasi. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 3(2), 130–153.

Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa Cetakan Keduapuluh. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Ma’mum, T. N. (2014). Pengaruh Syair Arab terhadap Pola Syi’iran di Jawa Barat. Panggung, 24(3).

Ma’mun, T. N. (2011). Pola Rima Syi’iran dalam Naskah di Tatar Sunda dan Hubungannya dengan Pola Rima Syair Arab. Manuskripta, 1(1), 147–159.

Maulana, M. M. (2020). Penafsiran Sufistik-Kejawen atas Surah Al-Fatihah: Studi Analisis atas Manuskrip Kiai Mustojo. Manuskripta, 10(1), 147–167.

Mulyono, M., & Sahlan, A. (2012). Pengaruh Islam Terhadap Perkembangan Budaya Jawa: Tembang Macapat. El-Harakah, 12(1), 101–114.

Nugrahaeni, I. (2019). Tradisi Logat Gantung Dalam Terjemahan Pada Naskah Safinatu ‘N-Naja. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 7(1), 151–166.

Nyoman, K. R. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pradopo, R. D. (1995). Interpretasi Puisi. Humaniora, I, 77–86.

Pradopo, R. D. (1999). Penelitian Stilistika Genetik: Kasus Gaya Bahasa W.S. Rendra dalam Ballada Orang-Orang Tercinta dan Blues Untuk Bonnie. Humaniora, 12, 94–101.

Prasetyo, D. A. A. (2018). Dhikir Maulud Nabi Cara Jawi: Sebuah Genre Teks Prosa Gubahan dari Arab ke Jawa. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 9(1), 99–125.

Rochkyatmo, A. (2010). Sastra Wulang, Sebuah Genre di dalam Sastra Jawa dan Karya Sastra lain Sejaman. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 1(1), 6–26.

Saputra, K. H. (2011). Sastra Lama Tulis sebagai Kelanjutan Tradisi Lisan dalam Ranah Sastra Jawa. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 2(1), 80–98.

Zamzami, R. (2018). Sejarah Agama Islam di Kerajaan Mataram pada Masa Penembahan Senapati (1584-1601). JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 2(2), 153–165.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v50i1.871

Article Metrics

Abstract view : 99 times
PDF - 54 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by