WARNA LOKAL JAWA NOVEL PASAR KARYA KUNTOWIJOYO DAN SUMBANGSIHNYA TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Ivana Septia Rahaya, Slamet Subiyantoro, Budhi Setiawan

Abstract


The purpose of this research is to describe and explain Javanese local color in Pasar novel by Kuntowijoyo and its contribution to the character development of students. This research is descriptive qualitative with a literary anthropology approach. Data collection techniques using note-taking techniques, while data analysis techniques are content analysis techniques. The results of this research indicate that Pasar novel contains Javanese local colors such as (a) the setting in Gemolong District; (b) a religious system that believes in the existence of God but still maintains their religious culture; (c) social systems and social organizations that describe the social status of Javanese people; (d) the knowledge system of Javanese priyayi figures; (e) language; and (f) Javanese philosophy which is used as a principle of society's life. The local color in Pasar novel has an important role to add to cultural knowledge and positive values, so if that novel is used as literary teaching materials it will help students develop their characters for the better.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan warna lokal Jawa novel Pasar karya Kuntowijoyo serta sumbangsihnya terhadap pengembangan karakter peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat, sedangkan teknik analisis data ialah teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Pasar mengandung warna lokal Jawa seperti (a) latar tempat di Kecamatan Gemolong; (b) sistem religi yang mempercayai adanya Tuhan, tetapi tetap mempertahankan budaya religinya; (c) sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial yang menggambarkan status sosial masyarakat Jawa; (d) sistem pengetahuan tokoh priyayi Jawa; (e) bahasa; serta (f) falsafah Jawa yang digunakan sebagai prinsip hidup masyarakat. Warna lokal dalam novel Pasar memiliki peran penting untuk menambah pengetahuan budaya dan nilai-nilai positif sehingga apabila novel tersebut digunakan sebagai bahan ajar sastra, akan membantu peserta didik mengembangkan karakternya menjadi lebih baik.



Keywords


globalization; local color; Javenese; character education; warna lokal; Jawa; pendidikan karakter; Pasar

Full Text:

PDF

References


Agustin, D. S. Y. 2011. “Penurunan Rasa Cinta Budaya dan Nasionalisme Generasi Muda Akibat Globalisasi.” Sosial Humaniora 4(2):177–85. https://doi.org/10.12962/j24433527.v4i2.632

Annisa, A. I., & Indiatmoko, B. 2017. “Representasi Sistem Penikahan Budaya Yogya dalam Novel “Perempuan Jogja Karya Achmad Munif.” Seloka 6(1):74–84.

El-Menouar, Y. 2014. “The Five Dimensions of Muslim Religiousity: Result of an Empirical Study.” Methods, Data, Analyses 8(1):53–78.

Hartono. 2015. “Warna Lokal Jawa dalam Novel Indonesia Periode 1980—1995.” Litera 14(2):392–403. https://doi.org/10.21831/ltr.v14i2.7212

Hasim, M. 2012. “Falsafah Hidup Jawa dalam Naskah Sanguloro.” Lektur Keagamaan 10(2):301–20.

Hikmasari, M., & Sahayu, W. 2019. “Unsur Budaya Material dalam Novel ‘Entrok’ Karya Okky Madasari.” Atavisme 22(2):200–216. https://doi.org/10.24257/atavisme.v22i2.586.200-216

Kanzunnudin, M. 2012. “Peran Sastra dalam Pendidikan Karakter.” hlm. 195–204 in Prosiding Seminar Nasional Pendidikan: Pendidikan untuk Kejayaan Bangsa.

Kurniawan, A. & Rudyansjah, T. 2016. “Kajian Mengenai Perubahan Afiliasi pada Sistem Organisasi Sosial Masyarakat Lematang.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 18(2):89–103. https://doi.org/10.25077/jantro.v18i2.60

Oktiasasi, A. W., & Harianto, S. 2016. “Perhitungan Hari Baik dalam Pernikahan.” Paradigma 4(3):1–10.

Ratna, I. N. K. 2011. “Antropologi Sastra: Perkenalan Awal.” Metasastra 4(2):150–59.

Sabakti, S. 2018. “Konsep Pendidikan Karakter dalam Buku ‘Pandangan Orang Melayu terhadap Anak’ Karya Tenas Effendy.” Widyaparwa 46(2):189–204. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i2.193

Sebo, L., Andayani., & Subiyantoro, S. 2017. “Nilai Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal Legenda Wae Reke Masyarakat Ngada, Nusa Tenggara Timur dalam Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra Tingkat SLTP.” Aksara 2(1):32–45.

Siswanto, D. 2010. “Pengaruh Pandangan Hidup Masyarakat Jawa terhadap Model Kepemimpian (Tinjauan Filsafat Sosial).” Jurnal Filsafat 20(3):197–216.

Suroso. 2011. “Kepriyayian Tokoh dalam Novel Warna Lokal Jawa dan Sumbangsihnya dalam Pengembangan Karakter Bangsa.” Litera 10(2):183–91. https://doi.org/10.21831/ltr.v10i2.1162

Triyanto. 2014. “Pendidikan Seni Berbasis Budaya.” Imajinasi: Jurnal Seni 7(1):33–42.

Untoro, R. 2012. “Priyayi Dan Kawula dalam Pasar Karya Kuntowijoyo.” Metasastra 5(1):83–91. https://doi.org/10.26610/metasastra.2012.v5i1.83-91

Wibisono, S. 2020. “Teknik Dan Strategi Penciptaan Humor Komedian Jawa dalam ‘Basiyo-Nartosabdho Besanan.’” Widyaparwa 48(1):28–40. https://doi.org/10.26499/wdprw.v48i1.509

Widyastuti, S. H. 2012. “Kandungan Nilai Moral dalam Ungkapan Tradisional Jawa dan Pepatah Cina.” Litera 11(1):147–57. https://doi.org/10.21831/ltr.v11i1.1154




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i1.601

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by