ANALISIS SEMIOTIK PUISI ENGKAU KARYA MUHAMMAD ZUHRI

Aning Ayu Kusumawati

Abstract


The material object of this study is Engkau poetry by Muhammad Zuhri, while the formal object is semiotics by Riffaterre. In his theory, Michael Riffaterre, introduces two level of reading, i.e. heuristics (mimetic reading, based on the dictionary meaning, characterized by non-gramatical) and hermeneutic reading or retroactive reading (reading decoding process by searching models, matrix, hipogram: actual and potential to get a unity of meaning). The result of this study revealed that Engkau poetry in heuristics reading has not been found its unity of meaning, and it is still scattered and fragmented. In hermeneutic or retroactive reading, potential hipogram depicts the inner journey of the “Aku” lyrics from stagnant stage to the finding of bright spot stage. There are two monumental models in Engkau poetry. Departing from the model, it is found solicitation matrix (passion) for charitable pious, tawazun (balance on world affairs as well as the hereafter). While the actual hipogram as the background of the formation of the matrix is in Al-Qur’an Surah Ar-Rahman verses 7–8: “And the sky was abandoned by him, and laid by him (principle) balance. In order that you (mankind) violates the (principle) that balance.” By understanding the above verses, the principle of balance is the law of God for the whole universe. Thus, violation of the principle of balance is a cosmic sin, for violating the law that controls the universe.



Objek material penelitian ini adalah puisi Engkau karya Muhammad Zuhri, penyair Sekar Jalak Pati, sedang objek formalnya adalah semiotika Riffaterre. Dalam teorinya, Michael Riffaterre mengenalkan dua level pembacaan, yaitu heuristik (pembacaan mimetis, didasarkan pada arti kamus, bercirikan ketidakgramatikalan) dan pembacaan hermeneutik atau pembacaan retroaktif (pembacaan proses dekoding dengan mencari model, matriks, hipogram: potensial dan aktual untuk mendapatkan kesatuan makna). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi Engkau dalam pembacaan heuristik masih belum ditemukan kesatuan makna, masih tersebar dan terpisah-pisah. Dalam pembacaan hermeneutik atau retroaktif, hipogram potensial menggambarkan perjalanan batin si aku lirik, dari tahap kejumutan sampai tahap menemukan titik terang. Ada dua model yang monumental dalam puisi Engkau ini. Berangkat dari model tersebut, ditemukan matriks ajakan (semangat) untuk beramal saleh, tawazun (kesimbangan pada urusan dunia maupun akhirat). Hipogram aktual yang menjadi latar terbentuknya matriks adalah Al-Qur’an surat ar-Rahman ayat 7–8: “dan langit pun ditinggalkan oleh-Nya, serta diletakkan oleh-Nya (prinsip) keseimbangan. Agar janganlah kamu (manusia) melanggar (prinsip) keseimbangan itu.” Dengan pemahaman ayat tersebut yang prinsip keseimbangan adalah hukum Allah untuk seluruh jagat raya. Dengan demikian, melanggar prinsip keseimbangan merupakan sebuah dosa kosmis, karena melanggar hukum yang menguasai jagat raya.


Keywords


semiotics by riffaterre; heuristics; hermeneutic; poem; semiotika riffaterre; heuristik; hermeneutik; puisi

Full Text:

PDF

References


Abdurohman, D. dan Nur, S. 2017. Sufisme Nusantara Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Yogyakarta: Ombak.

‘Al Qur’anul Karim dan Terjemahnya’ (no date) in. Depag RI.

Azwir, R. 2010. Studi Corak Sastra Sufistik Nusantara Pasca-Poejangga Baroe. Available at: www. elpoesya.wordpress.com.

Budiman, K. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LkiS.

Effendi, D. 1993. Sufisme Baru Dan Sufisme Lama: Masalah Kontinuitas dan Perkembangan dalam Esoterisisme Islam, dalam buku Sufisme dan Masa Depan Agama. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Faruk. 1996. "Aku dalam Semiotika Riffaterre, Semiotika Riffaterre dalam Aku". Jurnal Humaniora III/1996.

Hadi, A. 1995. ‘Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya’, in. Bandung: Mizan.

Hadi, A. 1999. Kembali ke Akar Kembali ke Sumber: Esai-esai Sastra Profetik dan Sufistik. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Hardika, M. 2016. "Relasi Hipogra-matik Also Sprach Zarathustra karya Fredrich Nietzche dengan Religiusitas: Kajian Semiotika Riffaterre". Tesis. Universitas Gadjah Mada.

Inayati, T. and Nuryatin, A. 2016. "Simbol dan Makna Puisi Menolak Puisi Karya Penyair Indonesia". SELOKA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2). doi: 10.15294/SELOKA.V5I2.13078.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Latifi, Y. N. 2013. "Puisi 'Ana' Karya Nazik Al Malaikah (Analisis Semiotika Riffaterre)", Jurnal Adabiyyat, 12(1). https://doi.org/10.14421/ajbs.2013.12102

Lestari, H. P. 2020. "Semiotika Riffaterre dalam Puisi 'Balada Kuning-kuning'", ALAYASASTRA (Jurnal Ilmiah Kesusastraan), 16(1). https://doi.org/10.36567/aly.v16i1.535

Madjid, N. 1993. Sufisme Baru dan Sufisme Lama: Masalah Kontinuitas dan Perkembangan dalam Esoterisisme Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Masrukhin, M. Y. 2015. Biografi Ibnu Arabi (Perjalanan Spiritual Mencari Tuhan Bersama Para Sufi). Depok: Keira Publishing.

Mulkhan, A. M. 1992. Mencari Tuhan dan Tujuh Jalan Kebebasan (Sebuah Esai Pemikiran Imam Al Ghozali). Jakarta: Bumi Aksara.

Munjiat, S. M. 2018. "Peran Tasawuf dalam Pendidikan Karakter: 'Membangun Pendidikan melalui Kerangka Tasawuf'". Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2). https://doi.org/10.24235/tarbawi.v3i2.3431

Murdiati, E. 2015. "Tarian Spiritual Jalaluddin Rumi". WARDAH (Jurnal dakwah, komunikasi dan kajian masyarakat), 12(1), hlm. 9–17. https://doi.org/10.19109/wardah.v12i1.230.

Nasr, S. H. 1985. Tasawuf Dulu dan Sekarang. terj. Abdul Hadi WM. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Nasr, S. H. 2003. Eksiklopedia Tematis, Spiritualitas Islam Manifestasi. Bandung: Mizan.

Pirmansyah, P., Anjani, C. dan Firmansyah, D. 2018. "Analisis Semiotik dalam Puisi 'Hatiku Selembar Daun' Karya Sapardi Djoko Damono". Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(3). https://doi.org/10.30870/jmbsi.v3i1.3706

Pradopo, R. D. 2014. Pengkajian Puisi. Cet. keempat belas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Purnama, H. 2009. "Perbandingan Pemikiran Muhammad Zuhri tentang Spiritualitas Islam dan Pemikiran Imam al-Ghazali tentang al-Akhlak al-Karimah Relevansinya dengan Sistem Pendidikan Islam di Indonesia". Tesis. Program Pasca Sarjana STAIN.

Riffaterre, M. 1978. Semiotics of Poetry. Bloomington & London: Indiana University Press.

Rohmana, J. A. 2015. "Sastra Sufistik Melayu dan Sunda di Nusantara: Mempertemukan Hamzah Fansuri dan Haji Hasan Mustapa". IBDA’: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 13(1). https://doi.org/10.24090/ibda.v13i1.486

Salam, A. 2004. Oposisi Sastra Sufi. Jakarta: LkiS.

Wachid, A. 2005. "Lukisan Peleburan Cinta yang Erotik: Puisi Sufi di antara Estetika dan Etika Cinta Ilahiyah". Al-Jami’ah (Journal Of Islamic Studies), 43(5). https://doi.org/10.14421/ajis.2005.432.475-499

Yulianto, R. 2014. "Relevansi Tasawuf Transformatif Sebagai Solusi Problematika Manusia Modern (Studi Pemikiran Tasawuf Muhammad Zuhri Pati)" Tesis. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. https://doi.org/10.15642/teosofi.2014.4.1.56-87

Zuhdy, H. 2013. "Mistik Jalaluddin Rumi: Analisis Struktural Dalam Puisi Jalaluddin Ar-Rumi. Research Report" Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim. Available at: http://repository.uin-malang.ac.id/ 2107/.

Zuhri, M. 1993. Qasidah Cinta. Bandung: Pustaka.




DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i2.426

Article Metrics

Abstract view : 219 times
PDF - 133 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Indexed by