PEMBELAJARAN GENRE TULIS DALAM SISTEM PERSEKOLAHAN INDONESIA DI SUMATERA UTARA (LEARNING OF WRITTING GENRE IN INDONESIA SCHOOL SYSTEM IN NORTH SUMATERA)

Amrin Saragih, Anggraini T Saragih, Isli Pane

Abstract


Kajian ini bertujuan mendeskripsi capaian genre tulis oleh pembelajar sekolah (SD, SMP, SMA) di Sumatera Utara (selanjutnya dirujuk sebagai pembelajar SU) dan mengajukan model pembelajaran berdasarkan genre-based language learning yang sejalan dengan Kurikulum 2013. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data adalah 1025 pembelajar dan 18 orang guru, yang terdiri atas guru SD, SMP, dan SMA serta orang tua pembelajar dari sekolah-sekolah itu. Data kajian ini ialah teks atau genre yang ditulis pembelajar SU, deskripsi pembelajaran genre di kelas, dan transkripsi wawancara dengan guru dan orang tua. Teks yang ditulis pembelajar dianalisis dengan menggunakan teori linguistik fungsional sistemik (LFS). Temuan penelitian adalah pertama, pembelajar SU telah memeroleh dan mampu menulis 10 jenis genre tunggal, yakni deskripsi, laporan, recount, narasi, anekdot, exemplum, observasi, prosedur, eksposisi, dan diskusi dan mereka mampu menulis genre majemuk. Kedua, ditemukan bahwa sebagian unsur konteks sosial persekolahan berupa keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan guru tentang genre dan pembelajaran berbasis teks telah menjadi penghambat dalam pembelajaran menulis genre. Ketiga, berkaitan dengan itu model pembelajaran genre dapat dikembangkan. Model pembelajaran genre tulis yang dikembangkan merupakan gabungan dari genre-based language learning dan pendekatan ilmiah yang menjadi ciri utama Kurikulum 2013. Model ini efektif untuk pembelajaran genre tulis.

 

The objectives of the study are to describe writting genres acquired by primary school (SD), junior school (SMP) and high school (SMA) learners in North Sumatera province (referred to as SU learners) and to propose a genre-based language learning model in accordance with the 2013 Curriculum. This study is a qualitative one. The subjects are 1025 learners, 18 teachers (SD, SMP, and SMA teachers), and school learners parents. The data are written texts or written genre composed by the SU learners, descriptions of genre learning in the classroom, teachers and parents interview transcriptions. The written genres by the learners are analyzed by using systemic functional linguistics (SFL) theories. The findings show that firstly, the SU learners have already acquired and been able to write ten kinds of basic genres, namely description, report, recount, narrative, anecdote, exemplum, observation, procedure, exposition, and discussion. Furthermore, the SU learnes have mastered multiple genres.Secondly, some school social context elements, such as the lack of teachers competence and skill on genres and text-based learning become obstacles for writing genre teaching. Thirdly, related to the acquired genres by the learners and obstacles from the school context, a model for genre learning is developed. The developed writing genre learning is a combination of the genre-based language learning and scientific approach as main characteristic of the 2013 Curriculum. The learning model is effective for writting genre learning.



Keywords


pengembangan; genre tulis; pembelajar sekolah; development; written text; school learner

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v44i1.123

Refbacks

  • There are currently no refbacks.