www.crovu.co/instagram-takipci-satin-al/
www.crovu.co/instagram-takipci-satin-al/
www.instakib.com
KREOLISASI BAHASA DAN MAKNA DALAM PUISI BUDAYA LAYAR JAKARTA BREAKING POETRY (CREOLIZATION OF LANGUAGE AND MEANING IN SCREEN CULTURE POETRY OF JAKARTA BREAKING POETRY) | Santoso | Widyaparwa

KREOLISASI BAHASA DAN MAKNA DALAM PUISI BUDAYA LAYAR JAKARTA BREAKING POETRY (CREOLIZATION OF LANGUAGE AND MEANING IN SCREEN CULTURE POETRY OF JAKARTA BREAKING POETRY)

Joko Santoso

Abstract


Makalah ini bertujuan membahas mitos keperawanan di dalam cerita pendek berjudul Jemari Kiri karya Djenar Maesa Ayu dalam kaitannya dengan upaya perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki. Di dalam penelitian ini digunakan teori mitos, feminisme yang disandingkan dengan teori resistensi untuk melakukan perlawanan terhadap patriarki. Hasilnya adalah keperawanan masih tetap menjadi mitos yang sangat menghantui kaum perempuan; upaya perlawanan untuk mendapat kesetaraan masih sangat sulit dilakukan; diam dan perlawanan di alam bawah sadar hanyalah upaya terakhir yang bisa dilakukan.

 

This paper is aimed at discussing the myth of virginity in the short story entitled Jemari Kiri by Djenar Maesa Ayu in the relation to the effort of woman resistance towards the domination of patriarchy. In this study is used the theory of myth, feminism juxtaposed with theory of resistance to make resistance towards patriarchy. The result is that the virginity still remains the myth that haunts the women badly; the resistance effort for gaining equality is very hard to manifest; silent and subcinscious resistance are the only last thing to do.


Keywords


mitos keperawanan; patriarki; virginity myth; patriarchy

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v43i2.111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.