BAHASA YAMDENA DI MALUKU: KORESPONDENSI, VARIASI DIALEKTAL, DAN SEBARAN WILAYAH PAKAINYA (YAMDENA LANGUAGE IN DIALECTAL VARIATION MOLUCCAS: THE CORRESPONTDENCE, AND ITS AREA DISTRIBUTION USE)

Mukhamdanah Mukhamdanah

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan korespondensi dan variasi dialektal dari enam dialek bahasa Yamdena yang dituturkan di wilayah Maluku. Data berupa data primer dari kuesioner kekerabatan bahasa dan pemetaan bahasa di Indonesia. Dengan menggunakan metode padan, pendekatan kuantitatif, dan alat utama daftar Swadesh, analisis dilakukan terhadap 200 kosakata dasar Swadesh untuk penelusuran perangkat kognat anggota dialek bahasa Yamdena. Leksem-leksem yang terdapat di antara daerah-daerah pengamatan atau dialek-dialek bahasa Yamdena ditentukan sebagai perbedaan fonologis apabila perbedaan yang terdapat pada leksem-leksem yang menyatakan makna yang sama itu muncul secara teratur atau merupakan korespondensi; dan dianggap sebagai variasi jika perbedaan itu hanya terjadi pada satu atau dua bunyi yang sama urutannya. Dari aspek linguistic, bahwa perubahan bunyi yang korespondensi itu terjadi dengan persyaratan lingkungan linguistik tertentu. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya korespondensi dan variasi antardialek bahasa Yamdena. Korespondensi yang ditemukan berupa korespondensi konsonan dan korespondensi vokal. Terdapat 9 korespondensi konsonan, yang terdiri atas 5 korespondensi sangat sempurna, 3 korespondensi sempurna, serta 1 korespondensi tidak sempurna. Korespondensi yang ditemukan di antaranya adalah realisasi bunyi [e] pada akhir kata ditemukan pada dialek Banggoi sementara puda sebaran pakai dialek lain bunyi [e] pada akhir kata cenderung hilang. Selain korespondensi, ditemukan 82 variasi konsonan dan 13 variasi vokal.

This study is aimed to describe the correspondence and dialectical variation of six Yamdena dialect spoken in the Moluccas. The data is primary data of language kinship questionnaire and language mapping in Indonesia. By using a unified method, quantitative approach, and Swadesh list as research main instrument, the analysis was conducted on 200 basic Swadesh vocabularies. The lexemes, which are among the areas of observation or Yamdena language dialects, are defined as phonological differences if the differences in the lexemes which express the same meaning appeared on a regular basis or a correspondence; and considered as a variation if the differences were only found in one or two sound of the same order. From the linguistic aspect, the occurrence correspondence sound changes requires particularly linguistic environment. Based on analysis, it is revealed there is a correspondence and variation between the dialects of Yamdena language. The correspondences found are consonant correspondence a vowel correspondence. There are 9 consonant correspondences, which consists of 5 very perfect correspondences, 3 perfect correspondences and 1 not perfect correspondence. The correspondence found among other is the realization of the sound [e] at the end of a word found in Banggoi dialect, while on other dialects' distribution the sound [e] at the end of word tends to disappear. In addition to correspondence, 52 variations of consonants and 13 variations of a vowel are found.


Keywords


perbedaan fonologi; korespondensi; variasi dialektal; sebaran pakai; phonological differences; correspondence; dialectal variation; the distribution of use

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdprw.v43i1.104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.